Sunday, May 21, 2017

Cerpen : Alasan untuk pergi.




Puluhan pertanyaan berusaha menghujamku, aku hanya terdiam, bibirku terkunci rapat-rapat. Otaku seakan berhenti sejenak kemudian mencoba kembali bergerak sebagaimana mestinya. Suara-suara sekitar seakan menyembunyikan artikulasi. Hanya hening dan buram yang menyertai.
Aku tak pernah bisa menjawab semua pertanyaannya , aku hanya bisa dengan diam meninggalkannya. Meninggalkan dia yang akhirnya terduduk lemah. Menenggelamkan mukanya dalam himpitan kedua tangannya yang di iringi dengan air mata.

Apakah aku salah ?. jelas iyah atau mungkin. Aku tak pernah bisa berbicara banyak, tidak, aku tidak bisu. Aku hanya bodoh dalam merangkai kata secara verbal. Kalimat yang keluar kadang beriringan dengan emosi dan kebodohan. Dan demi menekan segala kebodohan yang lainnya aku putuskan untuk hanya diam dan memilih bungkam.

Aku hanya bisa mencurahkannya dalam tulisan, setidaknya kata yang tertulis bisa aku baca dan aku ganti ketika aku merasa tidak cocok dengan isinya. Mungkin terlihat bodoh dan pecundang. Tapi aku harap ada sisi keromantisan dalam bau kertas dan kalimat-kalimat yang di tata sedemikian rupa.

Untuk Asti, 
Maaf aku hanya bisa pergi dan membiarkanmu dengan jutaan pertanyaan dan kemarahan.
Maafkan aku yang tak banyak bicara dalam menanggapi semua ucapanmu.
Dan seharusnya kamu tahu, setelah hari itu, aku tak mau menyakitimu lagi dengan kata-kata.
Dan sekarang biarkanlah aku berbicara lewat tinta dan tulisan.
Ketika kamu mengatakan ini adalah akhir, dan tidak pernah ada alasan untuk mempertahankan ini semua. Aku malah sebaliknya.

Aku malah tidak pernah menemukan alasan untuk pergi, selalu saja ada jawaban.
Aku harap ini bukan sebuah bentuk pertahanan dari ego.
Aku harap ini adalah pertahanan terakhir dari alam bawah sadarku untuk mempertahankan semua ini.

Kamu berkata semua sudah menjadi hambar, terlalu banyak sakit hati dan terlalu sering kata-kata buruk menghantui. Aku kembali minta maaf untuk semuanya, semua ucapan yang menyakitimu. Aku tak punya teori pembenaran apapun. Aku hanya bisa duduk dalam diam dan kembali menyesali. Aku harap doaku akan kembali menyembuhkanmu. Aku hanya bergantung kepada kuasa Tuhan dan segala mekjizatnya. Dan bila hati itu di izinkan untuk menjadi benih baru. Aku bersedia menjaga dalam siang dan malam, dalam tandus atau derai hujan. Atau bahkan dalam semua keadaan yang masih di pertanyakan.

Kau suruh aku kembali mencari penggantimu, aku hanya diam dan mengingat, sejujurnya kau seudah curang Asti. Pada setiap wanita yang ku temui, selalu ada namamu tersemat dalam setiap nama mereka. Selalu ada senyuman yang begitu lekat di hari-hariku yang lebih manis dari senyum mereka. Kau terlanjur menyentuh hatiku begitu dalam, sehingga siapapun yang masuk tak akan pernah menyentuh dasar hatiku. Kau curang asti. Kecurangan yang begitu aku sukai. Dan selalu aku nikmati. Hingga aku memang tak sanggup pergi.

Terlalu banyak yang kau perjuangkan untuku, kesabaranmu, erat rangkulanmu, dan besarnya harapanmu. Aku tahu kau sekuat apa asti. Dan itu bukan alasan untuk aku menjadi lemah dan pergi. Aku tak ingin merangkul seseorang yang hanya berada pada tujuan akhir, tapi aku selalu ingin berdampingan dengan seseorang yang selalu aku pegang erat tangannya sepanjang jalan menuju akhir.

Dan sekali lagi aku tak pernah menemukan alasan untuk tak merindukanmu, rindu yang menghembuskan sejarah dan cerita, rindu yang selalu membawa pelukan dan mimpi-mimpi. Dan rindu yang berharap pada segala pertanyaan yang tidak pernah membutuhkan alasan.
Sekali lagi maafkan aku, aku takan pernah dan taakan bisa menemukan alasan untuk pergi darimu.
Maafkan aku beserta segala keegoisanku.
Dari aku yang tidak pernah menemukan alasan untuk pergi

Anjar.

Di ujung sana, Asti menatap lekat-lekat tulisan itu, ada gemuruh dalam hatinya, ada pesan yang ingin ia sampaikan, dan kembali ada tetesan air mata membasahi surat itu. Dan mungkin ada rasa yang kembali tergugah.




0 comments:

Post a Comment

Team of Janevalla studio

cara membuat link pada gambar

Conspiracy enthusiast

cara membuat link pada gambar

Part of

cara membuat link pada gambar

Instagram

Popular Posts

New concept. Powered by Blogger.

About me

My photo
Bandung, Jawa barat, Indonesia
Menjadi seseorang yang terjun di dunia kreatifitas, membuat saya selalu menggali sesuatu yang baru. melihat dari sudut pandang yang berbeda dan mencari sampai detail terkecil. . pria kelahiran generasi 90, pernah hidup dalam masa keemasan. mencintai keluarga dalam seluruh lapisan. . suka menulis dan membaca, sebagaimana di ajarkan ibu guru sd waktu dulu, seiring perkembangan zaman menjerumuskan diri di dunia desain, khususnya desain interior.

mobilizers