Sunday, April 2, 2017

Puisi-Tiga ruang waktu


Keresahan selalu timbul tanpa di batasi ruang dan waktu.
Keresahan adalah permasalahan konvensional yang hadir pada nuansa paling baru.
Begitulah keresahan ikut tumbuh dalam masa pertumbuhan. Dan akan ikut mati di dalam sebuah galian kemudian di iringi tangisan haru. Dalam keresahan itu aku coba menulisakan tiga puisi keresahan dalam tiga ruang waktu yang berbeda.

# Memapah malam
Kala itu malam tak jauh seperti tudung saji. Mengitari dan menelungkup semesta dari aturan dan waktu yang belum tepat. 

Aku terbata-bata mengeja kalimat yang tak sempat terucap, terhalangi tata cara dan adab tutur kata.

Sebentar-sebentar terusik oleh bunyi perut sendiri. Seolah dialog ini begitu syahdu untuk di nikmati. Monolog satu arah, bunyi perut dengan gusar yang terpapar.

Mencari perbendaharaan emosi dalam jasad yang di vonis mati, untungnya rasa sadar menambahkan kembali kata rujuk. Sehingga jasad bisa berdamai dengan esok hari.

Malam masih panjang, terlelap masih tabu untuk di sebut, apalagi di gerayangi. Masih tersadarkan syahwat duniawi yang menjembatani pada keperawanan mimpi.
Sekali lagi, malam masih panjang dan telanjang. Sudahlah. Ini bukan perkara selangkang.


#Pergi
Pergi itu bukan masalah jarak. Tapi ini perkara hati dan kebiasaan.

Yang aku tinggalkan bukan sekedar hari-hari. Tapi semua perasaan dan tujuan.

Melepas semua berarti memaksaku menanggalkan semua yang kutahu, yang ku mau dan sesuatu.

Sesuatu itu meninggalkan sesuatu yang lainnya. Memudarkan yang nampak menghilangkan yang di angan.

Ini bukan tentang siap dan siapa. Ini seperti memaksa singgah pada pelataran asing.

Aku bukan petualang yang piawai menerka arah. Aku hanya kekosongan yang di paksa mengosongkan.

Lantas kemana harus aku berlalu. Berpijak saja aku ragu. Memaksa berarti merelakan bagiku. Dan jalan pulang itu. Bukan lagi yang ku tuju.


#Cerita kamu
Arti apa yang harus ku gali. Agar sekitarmu menjadi benderang dan tak tersentuh hari lalu.

Sepucuk surat yang lapuk atau wajah yang terkantuk-kantuk. Karna membiarkanmu berkeliaran dalam ingatan.

Lihat jalanan itu. Penuh jawaban dalam semua keresahan. Memberikan keterangan pada siapa hati ini tertambat dan sampai kapan kalimat malu-malu itu akan terus tersirat. 

Menggenggamu sekali lagi, lewat beradu hangat tatapan yang lekat.

Lewat genggam yang seiring dan beriring. 

Lewat kata sederhana yang menembus besok-besok yang tidak sederhana

Atau saling tukar keresahan dalam suasana di rindukan.

Jangan ragu dengan tanda tanya.
Karna itu laju pemisah antara melupakan atau tetap merindukan.

Lekat-lekat tatap aku. Menunggu dalam diam atau senyuman

Menunggu dalam resah atau nyaman.

Tapi tetaplah kamu yang di rindukan.

Kamu yang ada di besok, sekarang atau hari kemarin yang sorot matanya tak pernah lepas dari ingatan.


4 comments:

Team of Janevalla studio

cara membuat link pada gambar

Conspiracy enthusiast

cara membuat link pada gambar

Part of

cara membuat link pada gambar

Instagram

Popular Posts

New concept. Powered by Blogger.

About me

My photo
Bandung, Jawa barat, Indonesia
Menjadi seseorang yang terjun di dunia kreatifitas, membuat saya selalu menggali sesuatu yang baru. melihat dari sudut pandang yang berbeda dan mencari sampai detail terkecil. . pria kelahiran generasi 90, pernah hidup dalam masa keemasan. mencintai keluarga dalam seluruh lapisan. . suka menulis dan membaca, sebagaimana di ajarkan ibu guru sd waktu dulu, seiring perkembangan zaman menjerumuskan diri di dunia desain, khususnya desain interior.

mobilizers