Sunday, February 19, 2017

Mahasiswa, kosan dan hal absurd yang melegenda.


Menjadi mahasiswa adalah berkat rahmat Tuhan yang di damping dengan alunan kidung dan doa Orang Tua. Sebagian orang pada lapisan tertentu beranggapan menjadi mahasiswa dan bersekolah di kota besar bukan hanya kebanggan keluarga saja, bahkan menjadi kebanggaan tetangga sebelah, Pengurus Dkm, warga kampung yang sangat giat terhadap gosip yang beredar, sampai masyarakat umum pada radius tertentu.

Sebagai seorang mahasiswa yang terselip di antara kegiatan kota besar, tentunya memerlukan tempat untuk bernaung. Mengintip peradaban pada masa lalu mungkin tempat itu adalah goa, celah tebing, pohon rimbun yang di modifikasi sedemikian rupa atau tumpukan daun yang di topang dahan sebagai struktur yang nyaris roboh karena terkenan angin dari kentut sendiri.

Sayangnya saya bukan pada zaman itu, saya ini adalah manusia modern yang berlebel mahasiswa rantau yang di sponsori dana patungan Ibu dan ayah tercinta, lalu sodakoh dana pendidikan dari uwa, amang, bibi dan tetangga yang di anugrahi kemampuan cenayang. Cenayang ?, yup betul sekali, dia di berikan penglihatan, bahwa mahasiswa ini suatu saat akan mengalami gangguan pencernaan, krisis mental dan kulit gatal-gatal. Percayalah apa yang di katakana Rudi. (Maaf membawa Rudi, hanya suka saja kata-katanya. Begitu komersil dan karismatik).

Tempat istimewa itu dinamakan kosan. Sebagai mahasiswa yang berada pada kasta sudra. Saya hanya bisa mendapat kosan yang alakadarnya dan ala-ala lainnya. Pada masa itu, sekitar tahun 2008. Saya berhasil mendapatkan kosan yang sebulannya sekitar Rp. 280.000. Istimewa ?. Luar biasa ? Fantastis ?. mari kita bedah fasilitasnya.

Luasannya lumayan lah, sepersekian lapang bola yang di umpamakan lewat skala. Setidaknya luasan cukup untuk memetakan Kasur ukuran 90cm x 200 cm, lemari berlaci, meja computer, meja makan, meja pingpong, kulkas, trademill dan satu set piring cantik. Boleh saja kalo ingin memasukan semua itu, tapi silahkan tidur di wc.

Fasilitas bawaan dalam kamar saya mendapatkan, ranjang cantik bagi yang berkhusnudzon, lemari tua dari zaman peradaban sungai indus, dan hanya itu saja. Sekali lagi saya ulang dan hanya itu saja.
Itu adalah fasilitas yang bersifat privat, maka fasilitas yang besrifat public atau bisa di pakai seluruh masyarakat kosan adalah.

Garasi : Tempat ini sekaligus menjadi pintu masuk. Lumrah di jumpai, jika kosan merangkap dengan rumah tinggal sang pemilik. Maka pintu akses menuju kosan adalah garasi. Dalam dunia desain kerennya ini di sebut side entrance, yang mana pintu keramat dan suci, hanya di datangi orang penting a.k.a Tamu dan pemilik rumah. Ada di depan. Dan di sebut main entrance.
Garasi kerap menjadi area perang, para penghuni kosan, sering berebutan tempat parkir, belum lagi anak kosan yang  membawa teman, maka semakin semrawut tata letak garasi kita tercinta.


Ruang Tunggu/Ruang Tv/Ruang Curhat/Ruang eksekusi. : Banyak akronim untuk ruang ini. Saya sendiri sangat bersyukur dengan di adakannya ruangan ini, ini seperti menjadi longue untuk kita berinteraksi. Maka pada suatu kasus desain, ini bisa juga menjadi social zone, dimana orang berinteraksi dan beraksi.

Ruangan ini berada tepat di tengah semua kamar, memang secara denah, kamar kita hampir mengelilingi ruangan ini, kecuali satu ruangan yang berada di depan. Dekat dengan garasi. Kamar itu kerap kami beri nama pos satpam. Secara fasilitas tidak ada yang spesial. Sofa butut 3 seat di imbangi dengan 3 singel chair yang tidak kalah butut. Credenza yang di atasnya ada Tv yang benar-benar moody.

Kalo dia lagi ingin menghibur, secara sukarela gambar akan muncul dengan cerah ceria, jika dia sedang kumat. Maka hanya akan menemukan acara perkemahan semut dan seluruh kegiatannya.
Ruangan ini sangat berkesan buat saya, dulu ketika awal mengenal teman-teman kosan. Dengan malu-malu dan kekuatan jaim tingkat Magister. Saya mencoba mengenalkan diri, mengajukan pertanyaan basa-basi dan sampai momen mengharukan. Melihat punggung teman saya yang pergi dan menanggalkan predikat Mahasiswanya untuk menggapai mimpi yang lebih tinggi.


Dapur : Ada dapur, tetapi bukan dapur umum ?. ini adalah teritori atau zona semu. Di awal di jelaskan ada dapur, tetapi kita bisa menggunakan atau tidak, sifatnya semu. Tidak di jelaskan di buku pedoman undang-undang menjadi anak kosan yang berbudi pekerti dan sehat selalu. Maka karna dapur ini milik sang pemilik kosan (ya iyalah, kalo pemiliknya rektor kampus, ini adalah dapur sang rektor). Kami lebih sering curi-curi waktu. Kalo pemilik sedang tidak ada, dengan bantuan orang dalam alias asisten rumah tangga. Kami sering melakukan kegiatan yang sangat sakral dan ambisius. Seperti membuat makanan hasil patungan warga kosan. Sungguh indah waktu itu, padahal yang di buat tidak jauh dari goreng sosis dan sarden kaleng.


Dan yang terakhir adalah Kamar mandi:  ada 2 kamar mandi yang bisa di gunakan. Yang satu cukup besar, luasan sekitar 2 kali kamar saya. Dan satu lagi sangat kecil, hampir seperempat luas kamar saya. Secara logika orang lebih suka memilih kamar mandi besar. Tetapi jangan terlalu berpositif thingking dengan kamar mandi besar ini. Interiornya seperti memiliki tema zoo, gratis dengan air terjun. Air terjun ini tepat berada di atas kloset. Maka ketika hujan datang ketika kamu kebetulan ada panggilan untuk ritual, terus toilet sebelah ada yang pake. Maka secara sukarela kamu harus berpayung ketika melaksanakan ritual itu. Sensasinya menarik, antik dan untuk memorable untuk di kenang. Dan tentunya air terjun itu adalah kenteng bocor yang ta kunjung di perbaiki.

Selain itu satu tragedy pernah terjadi di toilet besar. Teman saya malem-malem berkunjung ke kosan. Dia juga kebelet untuk melaksanakan ritual. Tanpa pikir panjang langsung menggunakan toilet besar. Maka beberapa saat kemudian dia berteriak. Terus terbirit-birit balik ke kamar. Katanya lagi asik menikmati panggilan alam. Sekonyong-konyong dari dalam kloset muncul mbahnya tikus. Sepertinya dia berinvasi langsung dalem sarangnya. Pertanyaan saya waktu itu Cuma satu. Bukan masalah tikus dan hal absurd di wc itu. Tapi apa temen saya sempet cebok ketika harus melarikan diri dari invasi si mbah tikus. Sayangnya hal itu masih jadi misteri sampai sekarang.


Seperti itulah sepenggal cerita dari kosan saya yang lama, banyak kejadian absurd yang lain. Saya akan semedi dulu untuk berusaha membuka lembaran aib masa lalu. Dan kalo sudah sampai pada saatnya. Maka kembali akan saya buka lembaran kelam itu.





0 comments:

Post a Comment

Team of Janevalla studio

cara membuat link pada gambar

Conspiracy enthusiast

cara membuat link pada gambar

Part of

cara membuat link pada gambar

Instagram

Popular Posts

New concept. Powered by Blogger.

About me

My photo
Bandung, Jawa barat, Indonesia
Menjadi seseorang yang terjun di dunia kreatifitas, membuat saya selalu menggali sesuatu yang baru. melihat dari sudut pandang yang berbeda dan mencari sampai detail terkecil. . pria kelahiran generasi 90, pernah hidup dalam masa keemasan. mencintai keluarga dalam seluruh lapisan. . suka menulis dan membaca, sebagaimana di ajarkan ibu guru sd waktu dulu, seiring perkembangan zaman menjerumuskan diri di dunia desain, khususnya desain interior.

mobilizers