Wednesday, January 25, 2017

Sekeping cerita lama tentang kota bersahaja Cianjur.



"Gerbang Marhamah", sebuah singkatan dari gerakan berahlakul karimah. itu salah satu tagline dari kota Cianjur. Setidaknya tagline itu selalu muncul dalam benak saya ketika awal memasuki kota Cianjur. Ingin sekali bercerita tentang Cianjur dengan sudut pandang secara menyeluruh, dari keadaan wilayah sampai sejarah dan budayanya. Tapi jika terlalu detail membahas hal itu, saya malah jadi seperti duta pariwisata Cianjur. saya hanya ingin mengenang Cianjur dari sudut pandang saya secara jujur. Tetapi jika teman-teman ingin lebih mengenal kota Cianjur, tidak ada salahnya mengunjungi situs resmi kabupaten cianjur di http://www.cianjurkab.go.id/  atau sedikit kepoin wikipedia di https://id.wikipedia.org/wiki/Kabupaten_Cianjur.

Bagi saya Cianjur adalah fase menuju dewasa. Dari cerita manis pahit bocah bau kencur, sampai perang badar dengan orang tua dalam menyamakan visi, untuk menggiring saya menuju kedewasaan. Petualangan saya bersama kota ini di mulai ketika saya menginjak masa smp. kenapa tidak dari sd ?. ya begitu-begitulah kelakuan anak sd. di marahi karena bikin masalah lalu di jejali dasar kehidupan. sungguh salam paling hormat saya kepada ibu dan bapak  yang mendidik saya secara luar biasa. dan membangun pondasi kehidupan untuk saya, sehingga sebodohnya saya ketika salah arah dalam mengarungi hidup, saya akan tetap ingat jalan pulang.

Dan di smp sedikit-demi sedikit saya mulai mengurai  permasalahan hidup. Sd bagi saya ibarat sebuah permasalahan dalam hitungan fisika, dan di smp saya mulai harus bisa menerjemahkan arah soal, di sma saya harus bisa menerapkan berbagai rumus, dan di bangku kuliah saya harus bisa menyelesaikan soal tersebut. Tentunya di dunia kerja dan masyarakat, saya harus bisa mengamalkan permasalahan yang saya pecahkan tadi di dalam tatanan kehidupan sosial. Menelusuri Cianjur dengan kaki kecil semasa smp sangat menyenangkan. Sehabis pulang sekolah saya selalu menyiapkan petualangan baru bersama teman kecil saya,namanya agam. Kerap kali dia merancang peta petualangan dan kami laksana kolombus siap mengarungi samudra Cianjur.

Petualangannya sederhana saja, kami hanya mencari-cari toko yang menjual peralatan atau benda yang kami butuhkan. Semisalnya kami sedang hobi dengan ikan, maka dengan berjalan kaki dari sekolah kami siap menembus rimba raya di dalam kota. menelusuri jalan dewi sartika, lalu tiba di pertigaan shantionk, dulu di sana ada tempat penyewaa komik, dengan lebel taman bacaan, pemiliknya begitu islami, dengan shalehahnya dia menyortir komik-komik baru dengan cap. sehingga ketika ada adegan berbau yang iyah-iyah, cap berlogo taman bacaan senantiasa hadir untuk mensyahkan buku untuk bisa di pinjam. sepertinya sekarang taman bacaan itu sudah tidak ada, tapi sebagai salah satu tempat yang memprakarsai dunia baca di cianjur, dedikasinya cukup saya kenang. dan hasilnya sekarang di cianjur cukup banyak juga taman bacaan lain yang bermunculan.

Selanjutnya melewati kodim siliwangi, yang di sebrangnya terdapat ayam goreng yang harumnya benar benar menggugah selera, rasanya manis dan gurih, di padukan dengan sambal dadakan yang memerah. Saat itu kualitas sambalnya terasa sangat istimewa, tidak tau sekarang dengan kondisi  harga cabai. Entah masih dengan cita rasa yang sama.

Katanya tenda ayam goreng itu sekarang pindah ke dekat  jalan Bypass, mudah-mudahan dengan pindahnya si amang yang jualan, berkahnya makin di tambah. Sebenarnya, hampir semua tempat yang ikonik di cianjur sering kami lewati, dari mesjid Agung yang bentuknya begitu megah dan bersahaja sampai Jalan raya yang trotoarnya sering di pakai pedagang kaki lima. di trotoar ini kadang kala kami menemukan harta karun. harta karunnya berupa jualan yang menarik bagi kami pada masa itu, semisal lem tikus, obat dari minyak monyet, pemotong kaca sampai dvd bajakan dengan lagu-lagu hits artis ibukota edisi terbaru.

Kini Cianjur telah jauh berubah, semakin tertata, semakin banyak fasilitas baru, dan tentunya semakin bermunculan individu atau kelompok yang mengusung tema kreatif. Mirip seperti bandung dalam diorama kecil, cianjur sedang berbenah. siap menyongsong masa depan yang lebih baik. Dulu mau nongkrong saja bingung, semasa sma saya dengan pacar waktu itu (Mantan), sangat susah sekali mencari tempat yang layak untuk mengejar suasana romantis. Bioskop ?. jangan tanya, setelah pada masa itu bioskop di gerebeg masa karena sering memutar film yang berbau pornoaksi. maka sepertinya bioskop menjadi tabu. Padahal sekarang bioskop sudah lebih modern, meski porno aksinya juga sudah di balut lebih modern. 

Dikarenakan kekurangan tempat saya pernah hilir mudik tidak jelas di dalam sebuah pusat perbelanjaan yang masih di ragukan untuk di sebut Mall. pacar saya waktu itu sepertinya cukup kesal, dan saya cukup menyesal tinggal di Cianjur. Sempat terbayang kalo saya tinggal di kota bandung, tinggal nonton, tinggal ke cafe atau jalan-jalan menikmati suasana kotanya yang indah. Dan sampai sekarang Cianjur belum mempunyai bioskop, sampai dulu ketika saya awal memasuki bangku perkuliahan, bully untuk saya adalah, manusia dari tempat yang tabu terhadap bioskop. Cukup menghardik, tapi itu nyata adanya. Maka kasus saya nyatakan di tutup.

Tapi kini cianjur begeliat dengan kencang, mau nongkrong cafe-cafe bermunculan, entah mengusung tema cofee shop atau tempat dengan suasana vintage yang instagramable. Taman-taman juga mulai di bangun. dan yang paling saya suka, aroma kreatifitas mulai tercium begitu kencang. Berbagai tugu, lampu sampai beberapa elemen dekoratif yang khas mengusung tema kearifan lokal mulai terlihat di Cianjur. kata teman saya sih, Cianjur itu Bandung ala ala, dengan tidak bermaksud mendeskreditkan Cianjur, tapi memang, setiap hal yang sedang ngetren atau viral di bandung, maka tunggu saja seminggu atau dua minggu, maka Cianjurpun akan ikut ramai dengan hal tersebut.

Menjelang kuliah saya harus berpisah dari Cianjur, sejatinya saya tidak terpisah secara harfiah.Ttapi saya berpisah secara emotional.  Saya di terima di salah satu universitas swasta berlatar belakang teknik di Bandung, dengan jurusan yang membawa saya memasuki dunia yang baru, yaitu Desain. Ketika saya langkahkan kaki  keluar dari rumah, ikrar saya terucap. Selamat tinggal rumah yang dalamnya kerap di lumuri dengan kenangan, selamat tinggal kampung yang sering saya kotori dengan cerita manis, dan selamat tinggal Cianjur yang mebekali saya dengan banyak pelajaran kehidupan. Pilihan saya cuma dua ketika harus kembali ke Cianjur, yang pertama adalah saya berkunjung sekedar untuk melepas rindu dan yang ke dua saya akan benar-benar pulang dan membangun Cianjur dengan seluruh kemampuan ini.

Doakan saya kota yang Bersahaja.Saya pergi, tetapi saya tetap akan mengingat jalan pulang.Genap Delapan tahun sudah, saya tinggalkan kota itu. Sesekali saya singgahi. banyak yang berubah, banyak yang lebih baik dari sebelumnya. yang paling lucu saya selalu berdebar ketika memasuki kota Cianjur, terlalu Banyak kenangan,  terlalu penuh impian, dan terlalu manis kepingan cerita dari masa lalu.





3 comments:

  1. Saya juga orang cianjur kang, salam kenal

    ReplyDelete
  2. Salam kenal jugaaa... Jd sekarang domisili mana?

    ReplyDelete
  3. sekarang saya di Bandung teh, paling sesekali pulang cianjur buat silaturahmi sama orang tua.

    ReplyDelete

Team of Janevalla studio

cara membuat link pada gambar

Conspiracy enthusiast

cara membuat link pada gambar

Part of

cara membuat link pada gambar

Instagram

Popular Posts

New concept. Powered by Blogger.

About me

My photo
Bandung, Jawa barat, Indonesia
Menjadi seseorang yang terjun di dunia kreatifitas, membuat saya selalu menggali sesuatu yang baru. melihat dari sudut pandang yang berbeda dan mencari sampai detail terkecil. . pria kelahiran generasi 90, pernah hidup dalam masa keemasan. mencintai keluarga dalam seluruh lapisan. . suka menulis dan membaca, sebagaimana di ajarkan ibu guru sd waktu dulu, seiring perkembangan zaman menjerumuskan diri di dunia desain, khususnya desain interior.

mobilizers