Sunday, January 22, 2017

Politik Cilik (Cerbung). Chapter 2


Chapter 2 : strategi gemilang Rini ningsih.

Berita Ibnu yang menggandeng Sopian and the geng sebagai koalisi akhirnya terdengar juga oleh kubu Riska Julaeha a.k.a Ica. Sebagai jendral garis depan, Rini Ningsih segera mengadakan rapat akbar dengan tim suksesnya. Rapat itu bertempat di pelataran salon Mba Cici, kebetulan Mba Cici adalah ibu dari Ayu Tresno. Sedikti cerita, Ayu Tresno merupakan seorang brand ambassador dari salon Cici, yang mempunyai tagline “cantik menuju sakinah mawadah warohmah”. Sehingga Ayu mempunyai ritual khusus, setiap 30 menit sekali harus mengibaskan rambutnya seperti iklan shampoo di tv. Kata Mba Cici, ini bagaikan pesan yang tersirat dan simbolik. Makna mengibas rambut sangat dalam,  makna nya adalah, pandang aku, dekati aku lalu segeralah ajak aku ke KUA. Senada dengan tagline awal. (Sangat ironis, ibu yang terlalu berambisi terhadap bisnis, menjadikan anaknya bagai papan reklame)

Rapat akbar kembali di lanjutkan dengan sesekali rambut Ayu berkibar. Rini Ningsih mulai membuka suara bahwa dia juga harus menggandeng kekuatan untuk di jadikan sebagai koalisi. Tentunya orang yang akan di ajak koalisi, harus memenuhi kriteria seperti, public figure yang cukup memiliki nama, Tokoh finansial kuat, sehingga bisa menyokong dana kampanye, atau seseorang yang licin bagai belut dan handal bergrilia di lapangan. (Tentu ini hanya makna kiasan)

Maka Neng Wati membuka suara “kalo badan licin dan pandai bergrilia, saya sarankan Jajang Basit, dia licin karna seharian kerjanya ngangkutin minyak dari took Koh liang, lalu kalo menjelang weekend dia berdinas malam dengan bapaknya, menangkap belut di alam bebas”. Menurut wati, jajang juga sangat seksi mengingatkan dia pada Rob Bredl sang penakluk buaya. Tapi jajang dalam versi imutnya, yaitu menangkap belut. Statement Neng Wati kemudian di sambut keplakan kepala, toyoran mesra, dan dikarenakan tepat 30 menit berselang, kibasan rambut Ayu ikut menggeplak muka Wati. Neng wati tetap tidak mengerti apa yang salah dengan dirinya.

Kemudian Ica menawarkan sebuah nama, yang serentak di setujui semua anak yang mengikuti rapat di kala itu. Nama yang di sebut adalah Maemunah putri Ceu Epon. Ceu Epon sudah tidak di ragukan kepopuleran warungnya di sekolah. Selain kerap menghadirkan jajanan yang inovatif, dia juga selalu peka terhadap rasa. Sampai beredar mitos, Ceu Epon menjalin hubungan khusus dengan Kang Bahadur. Hubungan itu berlandaskan saling menguntungkan.  Kang Bahadur bekerja sebagai pelayan di warung makan “enggal wareg”. Warung makan yang sangat terkenal seantero desa kerta mukti.  Katanya diam-diam kang bahadur kerap menyelundupkan resep rahasia dari rumah makan itu, dan setelah sampai di tangan Ceu Epon, dengan anugrah kreatifitas seadanya. Lahirlah jajanan yang begitu brilian untuk skala anak SD.

Kata Rini, kepopuleran dan nama besar Ceu Epon Bisa jadi senjata. Rini menanggapi dengan strategi, lewat anaknya maemunah yang sudah berkoalisi, kita ciptakan kartu Ica care, nantinya kartu ini di bagikan kepada seluruh anak yang mendukung Ica. Keuntungan mempunya kartu Ica care, jajan apapun di Ceu Epon mart, akan dapat diskon, dan kalo sedang masa promo akan mendapatkan give away, foto mesra ceu epon dan kang bahadur, beserta lagu karoke mereka bersama yang di rekam secara manual dengan tape minicompo hasil nyicil dan InsaAllah baru akan lunas bulan depan.
Semua anak bersorak, Ica puas dengan rencana Rini, dan Rini ini begitu bersemangat menjalankan strategi. Tapi tetap ada satu anak yang sedikit kecewa, kenapa Jajang basit di pandang sebelah mata. Padahal ia begitu seksi dalam guyuran minyak sayur, dan begitu perkasa ketika menangkap buruan belut di tengah purnama. Begitulah yanga ada di benak Wati dengan khayalannya yang kala itu lebih dramatis daripada film Nokta merah perkawinan, yang kala itu menjadi acara andalan salah satu stasiun tv di Indonesia.

Tidak harus menunggu lama, pendekatan cepat di lakukan Rini terhadap Maemunah, dalam benaknya Rini berpikir, yang pertama adalah menggali keresahan atau keinginan. Apa yang dekat-dekat ini paling maemunah inginkan. Gaya persuasif rini memang sebelas dua belas dengan Ibnu.Tidak susah dalam melakukan pendekatan kepada Maemunah, dan begitu pula maemunah akan mengusahakan strategi yang di buat rini berjalan lancar, katanya masalah mudah baginya untuk menaklukan ceu Epon alias ibunya. Tapi sebelumnya dia ingin menguji keseriusan Rini, dia meminta serbuah benda yang begitu ikonik pada masa itu. Bendanya adalah “topi  warna pink yang di kenakan mayang dalam film tersayang ”.

Sedikit informasi,  film Tersayang adalah film yang di gandrungi pada tahun 1999-2000. Film ini di bintangi Anjas Mara yang berperan sebagai Dion dan Mayang yang di bintangi Jihan Fahira. Keberhasilan film ini salah satunya di karenakan ada simbol dan gerakan ikonik yang menjadi daya Tarik film ini Ikonnya adalah topi biru  dan pink, yang di tengah topinya ada logo tangan bersentuhan dan tidak ketinggalan tulisan tersayang. salah satu adegan ikoniknya adalah dion melempar topi tersayang tepat di kepala mayang, dan selagi topi itu di lempar, terjadilah gerakan slow motion yang sangat dramatis. Adegan ini benar-benar membuat semua orang terhanyut.

 Dari Bu Ani penggemar garis keras sinetron Indonesia, sampai mang wawan, penggemar film perang yang berprofesi sebagai penggali batu kali.(dia juga tidak ketinggalan menyaksikan Tersayang ). Entah kenapa otot kawat dan tulang baja mang wawan serasa tidak ada apa apanya di hadapan adegan romantis Tersayang.

Rini sedikit di buat pusing, kemana dia harus mencari topi Tersayang, sebenarnya topi ini banyak di jual di jalan raya tepatnya di tengah kota Citanjur. Tapi dia tidak mau memberatkan orang tua, ataupun melibatkan orang dewasa untuk masuk ke dalam diunia mereka. Rini sebenarnya sedikit tidak suka orang dewasa mencampuri urusannya.
Wati kembali hadir dengan seonggok informasi, kala itu pasukan Ica sedang mengadakan evaluasi. Evaluasi ini di adakan di lorong sekolah sehabis jam pelajaran akhir. Semua seperti ragu dengan ide Wati. Mereka sedikit trauma dengan wati yang selalu menghiperbolakan apa saja tentang Jajang Basit yang berkilauan itu. Tapi ternyata dugaan mereka salah. Wati hadir dengan informasi  yang sangat akurat dan sangatbisa di pertanggung jawabkan keabsahannya. Wati mengatakan kalo dia tau siapa yang punya sepasang topi Tersayang.

Adalah Tohir hamdallah, pemilik sepasang topi tersayang. Tohir juga sangat punya nama di sekolah, yang pertama dia adalah anak dari ibu Ani, fans garis keras persinetronan Indonesia, dan yang kedua adalah julukannya Tohir lendir. Julukan ini ada karena karena Tohir kerap kali memompa hidungnya sepersekian menit, hingga munculah ingus yang timbul tenggelam. Entah fenomena apa, sepertinya hampir di setiap sekolahan SD, selalu ada anak yang beringus yang tidak pernah kering. Dan di SD Sumarema ini, Tohir adalah sang pawangnya.

Dengan perasaan malas badai, Rini harus menjalankan diplomasi yang ke 2. Maka pada hari jumat sepulang sekolah sebelum adzan jumatan bergema. Rini di temani beberapa temannya menghampiri Tohir. Maka terjadilah percakapan yang jauh dari kata romantis.
“hir aku mau ngomong, jangan dulu pulang dong” rini memanggil tohir
“wah tumben ada anak cewek nyariin aku, ada apa . sssrrrtttttt. (kali ini kalimat di akhiri dengan sedotan hidung tohir, ingus naik dengan cepat).
Rini sedikit terganggu, pandangan matanya malah terfokus pada hidung tohir.
Gini hir, kata wati kamu punya topi tersayang sepasang, boleh ga aku beli yang pink ?. (di akhir kalimat rini melihat hidung tohir mngembang, dan ingus turun dengan anggun dari salah satu lubang, dunia rini kembali teralihkan)
Aduh susah euy, itu hadiah dari mamah, tapi kalo kamu bersedia dengan satu syarat, bias aku pikirin deh, ssssrttttttt (adegan yang lalu kembali terulang)
Konsentrasi Rini buyar, dialog mengalami gangguan, tapi dikarenakan Rini sang diplomat handal, pengalihan halusinasi ingus sedikit tersamarkan.
Yasudah apa syaratnya ?. (Rini dengan agak jengkel bertanya )
Mmmmmh aku mau ? (Tohir moncoba mendramatisir suasana dengan menahan kalimat )
Iyah mau apa ? (Rini tidak sabar mendesak, sesekali dia melirik lubang hidung Tohir)
Mauuuu ? (Tohir masih mendelay kalimat, sambil dia menahan nafas )
Iyah apa ? (Rini makin kalut mendesak  dan makin memperhatikan lubang hidung tohir )
Ssssrttttttttttttttttttttttttt (Pembicaraan di tutup dengan tarikan nafas tohir yang di iringi sound efek yang khas )

“aku mau kamu jadi Mayang di adegan Tersayang, dan aku Dion yang melempar topinya ke arah kamu, kebetulan aku selalu membawa sepasang topi itu di tas aku”.
Rini tercengang, wati terinspirasi dan ayu hanya meresapi kalimat tohir.
Gimana ?. mau nggak. Tohir kini seperti berada di atas angin.
Rini mendumel, dalam hatinya dia berkata, buah memang tidak pernah jatuh di kios buah. Ibu sama anak, sama-sama maniak sinetron. Dan demi profesionalitas. Rini akhirnya mengiyahkan. Dia terima aib ini.

Tohir cengengesan. Sebelum dia memulai aksinya, dia panggil dudun dan dadan sebagai saksi momen bersejarah. Kini Rini berada pada jarak lempar. Tohir sebelumnya mengenakan dulu topi Tersayang warna biru, dia mencoba meresapi perannya sebagai Dion. Sebelum melempar dia sempat-sempatnya mengarah sebuah pantun sebagai mantra pelengkap. “Itu layangan ini nilonnya, itu mayang  ini dionnya” dan wushhhhh topi di lemparkan, dan sayang sekali, topi meleset jauh dari kepala Rni.

Padahal momen itu kerap di saksikan seluruh elemen lapisan sekolah, seperti mang bakso yang sejenak menghentikan aktifitasnya, mang batagor yang ikut mendoakan keberhasilan lemparan Tohir, sampai Ajuh penjaga sekolah yang menunda ke wc karena sangat penasaran dengan lemparan Tohir. Ternyata adegan itu sangatlah sulit. Tohir mengingat di film itu begitu sempurna, dengan sekali lemparan, dion bisa dengan tepat melemparkan topi. Dengan paririmbon adegan film, Tohir kembali mencoba, tapi sayangnya 12 kali percobaan gagal. Entah mendarat kemana itu topi, hampir nyungseb di penggorengan tukang opak, mampir di kepala tukang bakso, sampe kembali ke toko dimana topi itu di jual (sedikit hiperbola untuk menghangatkan suasana)

Akhirnya Rini kesal, dia menyerah. Yang di lakukannya begitu bodoh dan sia-sia. Dia berbalik arah dan memutuskan untuk pergi, tapi keajaiban terjadi, Tohir memanggil nama Rini sambil melempar topi, rini berbalik, tarjadi adegan slowmotion yang khas seperti di dalam adegan sinetron, ketika rini berbalik, rambutnya ikut tergerai dan berkibar, Ayu terbelalak, dia tidak rela salah satu adegan khasnya di pakai Rini.

Topi berputar 2 kali, slowmotion tetap mengiringi, seluruh orang yang ikut menyaksikan terbawa dalam adegan slolwmotion sd sumarema dan sekitarnya, mang bakso makin fokus, mang batagor ikut berdebar, dan Ajuh dengan tergopoh-gopoh berlari karena tidak ingin ketinggalan momen itu. Lalu yang paling penting ingus tohir juga terkena slowmotion dengan romantis.
Tidak di sangka dan di duga, topi Tersayang pink kini hinggap di kepala Rini. Dan masih dalam adeganh slowmotion senyum Tohir mengembang, berikut di hiasai ingusnya yang seakan menari-nari.Seluruh pelataran sekolah seperti pecah di buatnya, momen Tohir melempar topi bagai perayaan imlek, di barengi suara petasan dan kembang api saling bersautan. Gemuruh sorak sorai menggema sampai penjuru kelurahan.

Dan Rni akhirnya tertunduk, batinnya terpukul. Tidak pernah ia merasa sehina dina ini. Dia bagai anak yang tidak kebagian angpau di dalam meriahnya pesta perayaan imlek. Ternyata kesedihannya tidak sendiri. Tidak jauh dari sana, ayu terduduk lemas. Trademark yang iya sudah latih dengan rasio per 30 menit sekali, kalah indah dengan gerakan memutar Rini. Yah begitulah hidup, selalu menjadi dua sisi. Ada tawa ada sedih. Ada gembira  ada duka. Dan tentunya ada berkah untuk Tohir dan Musibah untuk Rini.




0 comments:

Post a Comment

Team of Janevalla studio

cara membuat link pada gambar

Conspiracy enthusiast

cara membuat link pada gambar

Part of

cara membuat link pada gambar

Instagram

Popular Posts

New concept. Powered by Blogger.

About me

My photo
Bandung, Jawa barat, Indonesia
Menjadi seseorang yang terjun di dunia kreatifitas, membuat saya selalu menggali sesuatu yang baru. melihat dari sudut pandang yang berbeda dan mencari sampai detail terkecil. . pria kelahiran generasi 90, pernah hidup dalam masa keemasan. mencintai keluarga dalam seluruh lapisan. . suka menulis dan membaca, sebagaimana di ajarkan ibu guru sd waktu dulu, seiring perkembangan zaman menjerumuskan diri di dunia desain, khususnya desain interior.

mobilizers